BKI IAIN SAS Babel, BANGKA — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung bekerja sama dengan Prodi BKI IAIN Parepare sukses menyelenggarakan Webinar Kolaborasi Nasional bertajuk "BK GOES DIGITAL: Strategi Pengembangan Media Bimbingan Konseling Kekinian" pada Selasa (21/7/2026) melalui platform virtual Zoom Meeting. Kegiatan kolaboratif lintas pulau ini menghadirkan dua akademisi dan praktisi konseling Islam, yakni M. Sholeh Marsudi, M.A. (Dosen Prodi BKI IAIN SAS Bangka Belitung) yang mengupas topik “Media BK Melalui Media Sosial”, serta Dr. Adnan Achiruddin Saleh, M.Si (Dosen Prodi BKI IAIN Parepare) yang memaparkan topik “Media BK Melalui Aplikasi”. Webinar ini disambut antusias oleh puluhan peserta dari kalangan dosen, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prodi BKI dan panitia atas terselenggaranya webinar nasional yang sangat relevan ini, sembari menekankan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan yang menuntut para konselor untuk adaptif, inovatif, dan responsif. Beliau menggarisbawahi bahwa meski cyber counseling membuka peluang besar dalam memperluas jangkauan layanan tanpa batas ruang dan waktu—khususnya bagi generasi muda—praktik konseling digital tetap menghadirkan tantangan tersendiri seperti kerahasiaan data (confidentiality) dan keterbatasan kontak emosional secara langsung, sehingga keterikatan pada etika profesi serta nilai-nilai keislaman harus selalu dijaga demi mencetak calon konselor yang unggul, profesional, dan berintegritas di era modern.

Ketua Program Studi BKI IAIN SAS Bangka Belitung, Pebri Yanasari, M.A., menyambut baik terlaksananya agenda kolaborasi nasional ini. Beliau menegaskan pentingnya membangun kemitraan yang berkelanjutan antarinstitusi dalam rangka memajukan mutu akademik serta responsivitas keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. "Semoga selalu dapat bersinergi," ujar Pebri Yanasari singkat namun sarat makna, menegaskan komitmen Prodi BKI IAIN SAS Babel untuk terus membuka ruang kerja sama strategis dengan berbagai kampus di Indonesia.
Sesi pemaparan materi diawali oleh M. Sholeh Marsudi, M.A. yang menyoroti pergeseran perilaku generasi digital native dalam mencari bantuan psikologis dan spiritual. Ia menekankan bahwa media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan WhatsApp harus dimanfaatkan secara aktif sebagai sarana psikoedukasi, pencegahan dini (early prevention), dan penyebaran nilai-nilai bimbingan Islam dengan pendekatan hikmah, mau'izhah hasanah, dan adab keislaman. Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Adnan Achiruddin Saleh, M.Si yang membedah efisiensi penggunaan media berbasis aplikasi dan kecerdasan buatan (AI). Ia menjelaskan bagaimana platform aplikasi dapat mengoptimalkan pemetaan asesmen, analisis kebutuhan konseli, hingga manajemen dokumentasi layanan secara terintegrasi dan profesional.
Melalui kegiatan ini, Prodi BKI IAIN SAS Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori-teori konseling konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mencabut akar nilai-nilai etika dan keislaman. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, penarikan kesimpulan oleh moderator, serta sesi foto bersama secara virtual.
