Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Perkuat Sinergi Bersama HIMA, Siapkan Program Inovatif untuk Pengembangan Mahasiswa

avatar Administrator
Administrator

63 x dilihat
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Perkuat Sinergi Bersama HIMA, Siapkan Program Inovatif untuk Pengembangan Mahasiswa
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Perkuat Sinergi Bersama HIMA, Siapkan Program Inovatif untuk Pengembangan Mahasiswa

Bangka, 6 Juli 2026 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi memulai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan melalui rapat koordinasi perdana bersama Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi BKI. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (6/7) di Ruang Rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersebut menjadi momentum awal membangun kolaborasi yang lebih erat antara unsur akademik dan organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan budaya akademik di lingkungan Program Studi BKI.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Ketua Program Studi BKI, Sekretaris Program Studi, pengurus HIMA BKI, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan. Selain menjadi forum silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan visi, menyusun arah program kerja, serta merumuskan bentuk kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian target pengembangan program studi. Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Pebri Yanasari, M.A., menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan mitra strategis program studi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja diantaranya sebagai penyuluh agama dan asisten konselor.

"Keberadaan HIMA bukan sekadar pelaksana kegiatan mahasiswa, tetapi merupakan mitra strategis program studi dalam menciptakan ekosistem akademik yang aktif, inovatif, dan kolaboratif. Kami berharap setiap program yang dijalankan mampu menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sebagai calon konselor sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas," ujar Pebri.

Ia menjelaskan bahwa sinergi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan lima divisi utama yang berada di bawah naungan HIMA Program Studi BKI, yaitu Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), Penalaran Keilmuan Konseling (PKK), Agama Sosial (AS), Kewirausahaan, serta Informasi dan Komunikasi (IFKOM). Masing-masing divisi diharapkan mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan mahasiswa, serta dinamika masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIMA Program Studi BKI, Egan Rahmadani, menyampaikan komitmen pengurus HIMA untuk menjadikan organisasi sebagai ruang aktualisasi yang produktif dan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa. "Kami ingin HIMA menjadi wadah yang mampu mengakomodasi potensi, kreativitas, dan aspirasi mahasiswa. Melalui kerja sama yang baik dengan program studi, kami optimistis setiap divisi dapat melaksanakan program kerja secara maksimal sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas mahasiswa BKI," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi BKI, Muhammad Sholeh Marsudi, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan program studi. Menurutnya, kolaborasi antara program studi dan HIMA perlu diperluas melalui optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi, publikasi, serta penyebaran informasi akademik kepada masyarakat.

"Mahasiswa merupakan duta terbaik program studi. Melalui kreativitas yang dimiliki, HIMA dapat menjadi mitra dalam membangun citra positif Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam melalui berbagai konten edukatif, dokumentasi kegiatan, serta publikasi prestasi mahasiswa di media digital," jelasnya. Selain membahas strategi pengembangan organisasi, rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya keberlanjutan program Ngaji Konseling sebagai agenda rutin bulanan. Program ini dirancang sebagai ruang diskusi ilmiah yang mengintegrasikan kajian keislaman dengan teori dan praktik bimbingan serta konseling. Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat wawasan akademik, memperdalam nilai-nilai spiritual, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam merespons berbagai persoalan sosial dan psikologis yang berkembang di masyarakat.

Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam memandang bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, literasi digital, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, sinergi antara program studi dan HIMA diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi kegiatan yang mendukung implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat profil lulusan yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Melalui rapat koordinasi perdana ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan akademik yang dinamis, partisipatif, dan berdaya saing. Ke depan, berbagai program bersama akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan akademik, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat eksistensi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam sebagai pusat pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.